Rabu, 03 Desember 2008

perkembangan IT di Indonesia

Perlu Lompatan Katak Ikuti Perkembangan IT

Bandung, Perkembangan teknologi komputer dan informasi yang amat cepat membuat bangsa Indonesia tetap menjadi pemakai (konsumen), bukan produsen. Perguruan tinggi komputer dan informasi juga kesulitan mengikuti perkembangan teknologi tersebut sehingga menyiasatinya dengan “lompatan katak”.

“Sampai sekarang Indonesia belum bisa menjadi kiblat teknologi komputer, komunikasi, dan informasi, melainkan selalu menjadi konsumen,” kata Ketua STMIK AMIK Bandung, Ir. Bambang Sumadi, M.M., di Aula STMIK AMIK Bandung, Senin (26/11).

Lebih jauh Bambang mengatakan, kelemahan Indonesia dalam bidang teknologi komputer dan informasi diakibatkan belum intensif menggarap penelitian dasar (basic research). “Bahkan, untuk menjadi konsumen saja kita susah sehingga bisa saja terlempar dari arus perkembangan teknologi,” ucapnya.

Apalagi bagi perguruan tinggi yang mengkhususkan diri mencetak lulusan di bidang komputer, komunikasi, dan informasi. “Kalau mau mengikuti perkembangan teknologi butuh biaya amat besar dan harus menyesuaikan kurikulum setiap waktu. Akhirnya perguruan tinggi menyiasatinya dengan cara lompatan katak,” katanya.

Lompatan katak, kata Bambang, dengan cara mengikuti perkembangan selama 3-5 tahun untuk menyesuaikan kurikulum dengan teknologi. “Lalu, kita ambil teknologi terbaru untuk 3-5 tahun yang akan datang. Kurikulum juga kita evaluasi untuk disesuaikan dengan perkembangan selama 3-5 tahun terakhir,” katanya.

Kemauan pasar sebagai pengguna lulusan perguruan tinggi juga harus diikuti. “Lulusan perguruan tinggi komputer dan informasi masih terbuka luas lapangan kerjanya, namun harus memahami tren teknologi.

Pikiran Rakyat(A-71)***
dikutip Dari
http://stttelkomnews.defhosting.net/2007/11/28/perlu-lompatan-katak-ikuti-perkembangan-it/

Tidak ada komentar: